Sebulan penuh, dari terbit fajar hingga terbenam matahari, seorang muslim berhenti dari sesuatu yang setiap hari selalu tersedia untuknya — makan, minum, dan segala yang membatalkan puasa. Bukan karena benda-benda itu buruk, tapi karena berjarak sejenak darinya justru mengajarkan sesuatu yang tidak didapat dengan cara lain.
Kedudukannya dalam Islam
Puasa Ramadhan diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu, sebagaimana ia juga pernah diwajibkan atas umat-umat sebelumnya, dengan tujuan yang sama: menumbuhkan ketakwaan. Ramadhan menjadi satu-satunya bulan yang namanya disebut langsung dalam Al-Qur'an, dan di dalamnya terdapat malam yang nilainya digambarkan lebih baik dari seribu bulan.
Rukun Puasa
Secara sederhana, puasa terdiri dari dua unsur pokok:
- Niat berpuasa, yang diletakkan di dalam hati sebelum fajar
- Menahan diri dari segala yang membatalkan, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari
Yang Membatalkan Puasa
- Makan dan Minum SengajaMemasukkan makanan atau minuman ke dalam tubuh dengan sengaja saat berpuasa.
- Muntah dengan SengajaBerbeda dari muntah yang datang tanpa disengaja, yang tidak membatalkan puasa.
- Hubungan Suami IstriBerhubungan badan di siang hari selama waktu puasa.
- Haid dan NifasKeluarnya darah haid atau nifas membatalkan puasa hari itu.
- MurtadKeluar dari Islam membatalkan puasa dan seluruh amal ibadah yang menyertainya.
Golongan yang Diberi Keringanan
Islam memberi kelonggaran bagi kondisi tertentu, dengan konsekuensi mengganti di hari lain atau membayar fidyah:
- Musafir yang sedang dalam perjalanan jauh
- Orang sakit yang jika berpuasa akan menyulitkan atau membahayakan dirinya
- Wanita hamil dan menyusui yang khawatir terhadap kondisi dirinya atau anaknya
- Lansia yang sudah tidak mampu lagi berpuasa
- Wanita yang sedang haid atau nifas
Makna dan Hikmah
Lapar dan haus yang dirasakan saat berpuasa adalah rasa yang setiap hari dialami banyak orang lain, tanpa pilihan dan tanpa waktu berbuka yang pasti. Puasa menghadirkan rasa itu sejenak, cukup untuk membuat seseorang berhenti menganggap kenyang sebagai sesuatu yang biasa saja.
Ramadhan juga melatih kendali yang tidak selalu terlihat — menahan lisan dari kata yang menyakiti, menahan mata dari yang tidak perlu dilihat, menahan hati dari yang tidak perlu diinginkan. Lapar hanyalah bagian yang paling kentara.
Yang ditahan bukan hanya perut, tapi seluruh diri yang selama ini terbiasa menuruti apa saja yang diinginkannya.